Tips Lancar & Mudah Menulis Artikel Blog
tips mudah menulis artikel

Tips Lancar & Mudah Menulis Artikel Blog

Halo Moms,

Kapan hari saya masuk ke salah satu grup dan asyik membaca salah satu status serta komentar-komentar terkait. Status dari admin tuh tentang apa saja topik atau tema yang ingin dipelajari terkait dengan ngeblog atau blogging. Khususnya buat blogger pemula. Salah satu komentar yang saya highlight, bagaimana sih tips lancar menulis blog? Begitu komentarnya.

Yah, mungkin karena sebagian besar dari kita inginnya sih disebut blogger tapi masih susah kalau disuruh nulis artikel. Iya apa iya Moms, termasuk saya juga nih. Kalau nggak pas luang banget waktunya, susah diburu-buru kalau harus nulis.

Mau nulis apa ya enaknya? Sudah ada ide mau nulis, ehh bingung lagi, paragraf pembukanya bagaimana ya? Kira-kira bisa dapat berapa kata nih ya kalau selesai artikelnya? Dan….akhirnya gatot deh artikelnya karena kebanyakan mikir hahaha…

Atau kalo enggak, sudah banyak banget judul-judul berderet rapi di draft blog. Menunggu untuk disempurnakan, tapi tak kunjung bekerja si penulisnya hehe..

Baca artikel tentang CONTENT WRITER ALA BAHRUL ILMI

Pernah lo Mom, saya terpikir untuk men-challenge diri sendiri untuk menulis satu artikel tiap hari selama 100 hari. Apa daya, gagal. Gara-gara ngerjain ini lah, ngerjain itu lah, capek. Sudah berganti hari, belum ada artikel satupun yang jadi. Betul mom, ini pembelaan diri ala-ala orang males kayak saya haha.

Tapi, paling tidak, memang bener sih Mom, menulis itu harus menjadi habit alias harus jadi kebiasaan. Kalau enggak terbiasa, kita seringnya lupa atau males. Lalu stuck dan malah banyak bengongnya.

Jadi harus bagaimana nih? Coba pakai tips & trik ala saya ini Mom. Tips dan trik ala orang males. Lanjut baca ya Mom…

Tips Mudah dan Lancar Menulis Artikel

Bucket List Ide

Paling tidak, kita harus ada stok ide tema atau topik untuk setahun ke depan Mom. Hah? Kok banyak banget sih, buat apa? Mungkin ada yang berpikir begitu sambil siap-siap nimpuk saya pakai sendal.

Karena begini Mom, kalau kita sudah punya stok bank ide atau bucket list ideas, 50% kesulitan kita sudah teratasi. Jadi, dari banyaknya stok ide tersebut, kita bisa pilih dan pilah dulu nih, yang paling gampang banget ditulis yang mana dulu. Yang gak usah pakai referensi rumit atau data-data sumber referensi misalnya. Yang sekali atau dua kali nulis dan revisi, bisa langsung di jadwalkan buat tayang.

Kalau kita gak sedia stok ide, kita bakalan kehilangan lebih banyak waktu lagi Mom. Harus cari ide dulu lah, bingung berhari-hari dulu, ngerjain yang lain dulu. Begitu seterusnya. Jadinya malah gak efektif.

Mengapa juga harus sedia ide buat satu tahun? Karena semakin banyak stok ide, akan semakin bagus Mom. Kita bisa semakin kreatif dalam mengolah ide-ide topik tersebut.

Nah, ini ada contohnya Moms…

stok bank ide konten artikel
stok bank ide artikel

Membuat stok ide juga bisa berdasarkan kategori atau niche blog kita Moms. Misal blog kita membahas tema atau niche parenting. Kita bisa masuk ke grup-grup yang membahas tema dan topik khusus parenting. Atau bisa juga mencari via Google search, Ubersuggest, Pinterest, dll. Pastikan search menggunakan kata kunci tertentu ya Moms.

Dimana Bisa Mendapat Ide Topik

Banyak sekali tempat kita bisa mendapat topi atau tema yang mungkin tidak pernah terpikirkan Moms. Kalau saya sih seringnya dengan jalan-jalan ke beberapa grup dan baca-baca status beserta komentar-komentarnya.

Sering juga membaca komentar-komentar di artikel saya sendiri yang sudah tayang tentunya. Dari beberapa komentar yang mirip, bisa dikelompokkan menjadi satu dan kemudian di kembangkan menjadi satu artikel. Contohnya seperti artikel ini: FAQ Upwork 101 Pertanyaan Tentang Upwork

Bisa juga via Google Search Console dari blog kita sendiri, dari dashboard lalu masuk ke kueri. Btw, ini dari tampilan blog saya yang lain, indriariadna.com

Kueri google search console indri ariadna
Kueri google search console

Dari daftar kueri tersebut diatas, bisa menjadi salah satu sumber ide buat tema penulisan artikel. Karena kueri-kueri tersebut berhubungan dengan blog kita pastinya.

Juga Mom bisa jalan-jalan ke Quora dan atau Pinterest. Search saja dengan kata kunci sesuai tema atau topik atau niche blog. Pasti akan muncul banyak sekali topik. Dijamin!

Contoh tampilan Quora:

Quora platform blogging
Quora platform blogging

Contoh tampilan Pinterest:

Mencari ide topik di Pinterest
ide topik di Pinterest

Di Quora, saat saya search memakai kata kunci “blogging” atau “tips blogging” banyak sekali keluar topik-topik terkait, ruang dan pertanyaan terkait dengan blogging.

Demikian juga di Pinterest. Begitu diketik “tips blogging” di mesin pencarinya, keluar sub tema tentang tips blogging + writing, tips blogging + beauty, tips blogging + photography, tips blogging + healthy living, tips blogging + travel dan tips blogging + fashion.

Belum lagi yang muncul di hasil pencarian dengan kata kunci terkait. Banyak banget.

Tinggal pilih saja yang mana yang bisa ditulis sesuai dengan kriteria dan niche blog kita Mom. Kalau perlu, simpan beberapa pertanyaan atau topik dan jadikan bucket ide.

Bisa juga mencontoh abang Brian Dean dari Backlinko, mencari ide atau topik via ini: Content Ideas

Sediakan catatan atau notepad atau apapun yang paling mudah menurut Mommies untuk mencatat tema dan topik yang sesuai dengan niche blog kita Moms. Untuk nantinya dikembangkan lagi.

Jalan-jalan ke blog lain yang sejenis temanya juga bisa, asal enggak copas artikel atau plek ketiplek mencontoh judul dan topiknya ya Mom.

Kalau Mommies membaca atau tahu tentang apa itu skyscraper teknik, akan lebih bagus lagi Mom. Jadi tema atau topik bolehlah sama, tapi dikembangkan lagi sedemikian rupa sehingga konten kita memuat informasi dan data serta resources yang lebih lengkap daripada konten-konten yang sudah pernah ditulis dan ditayangkan orang lain.

Tipe-tipe konten artikel

  1. Listicle
  2. Tips, trik dan saran
  3. Serial
  4. Challenge
  5. Step by step atau panduan
  6. Alat atau aplikasi blogging
  7. Freebies
  8. Motivasi dan Inspirasi
  9. Seasonal (Tahun baru, Idul Fitri,Natal,dll)
  10. Definisi
  11. FAQ atau menjawab pertanyaan
  12. Berita dan Info Terbaru
  13. Review
  14. Rahasia
  15. Kesalahan

Membuat Konten Planning

Ada baiknya kita sudah mempunyai planning atau rencana untuk konten kita selama 1 tahun ke depan Moms. Mengapa begitu? Karena ada alasannya antara lain:

  1. Lebih mudah menyiapkan konten pendukung (sosial media) apabila konten planning blog sudah siap.
  2. Bisa menyiapkan imagery dan blog graphic atau infographic pendukung lebih dulu.
  3. Content planning bersifat fleksibel artinya bisa dikembangkan dan di update sesuai dengan perkembangan informasi terkini.
  4. Content planning bisa dibuat di Google Doc atau Google Sheet, Trello, Word, Notio, Miro, Canva, dll.

Mencari Stock Images atau visual image

Sebuah artikel blog tidak akan tampil oke tanpa adanya blog graphic atau visual image (gambar) yang disisipkan di artikel. Secara, mata kita akan lebih mudah tertarik secara visual ya Mom.

Tidak melulu stock foto, kita juga bisa menggunakan screenshots Moms untuk melengkapi artikel kita secara visual. Buat Mommies yang baru memulai ngeblog, dibawah ini sumber-sumber stock foto gratis yang bisa digunakan sebagai visual image konten:

  1. Pexels
  2. Pixabay
  3. Unsplash
  4. Picjumbo
  5. Canva
  6. Freepik
  7. Flaticon
  8. Burst Shopify
  9. Rawpixel
  10. Kaboompics
  11. Stocksnap.io
  12. Stockvault
  13. Picography
  14. Foodiesfeed
  15. Haute Stock
  16. dll

Membuat Template Blog Graphic

Untuk template blog graphic sendiri, supaya lebih menghemat waktu, kita bisa menggunakan template yang sama Mom. Tentunya harus membuat beberapa template dulu ya, nanti tinggal mengganti elemen dan kontennya sesuai dengan isi artikel. Contoh-contoh template blog graphic bisa dibaca di artikel ini: 7 Cara Membuat Fitur Blog

Outline atau Kerangka Artikel

Supaya mempermudah upaya menulis dan supaya artikel blog lebih terstruktur heading-nya, gunakan outline setiap kali hendak menulis artikel ya Mom.

Manfaat outline antara lain, penjelasan atau penulisan kita tentang satu topik tidak akan melebar kemana-mana dan tidak membingungkan pembaca. Sudah ada kerangka pembatas yang membatasi penuturan alur tema itu sendiri. Kita juga gak akan bingung bagaimana menulis artikelnya kalau sudah ada kerangka atau outline yang jelas.

Misalnya, kita mau menulis atau membahas tentang cara membuat bolu panggang lima rasa. Outline bisa terdiri dari: mengapa kita tertarik menulis tentang bolu panggang dan bukan bolu yang di kukus. Apa saja bahan-bahan bolu panggang yang dibutuhkan. Bagaimana takaran-takaran penggunaan bahannya. Alat-alat masak apa saja yang dibutuhkan. Berapa lama kira-kira waktu yang dibutuhkan dari persiapan bahan hingga bolu siap disajikan. Do and dont’s buat pemula yang ingin mencoba. Dan lain-lain.

Jadi, kita kan fokus ke bolu panggang dan penulisan konten tidak akan melebar ke pembahasan bolu-bolu yang lain.

Challenge diri sendiri

Agar lebih termotivasi, kita bisa loh Mom, men-challenge atau menantang diri sendiri. Misalnya, setiap hari selama seminggu berturut-turut menulis satu artikel per hari. Atau per bulan.

Bisa juga, mencari sparing partner, bisa dua orang atau lebih untuk challenge agar lebih menantang lagi hehe. Kalau ada partner-nya sih biasanya lebih termotivasi Mom daripada challenge sendirian.

Elemen Pendukung yang Tidak Boleh Dilupakan dalam Menulis Artikel Blog

elemen pendukung artikel
elemen pendukung artikel

Internal Link

Seringkali, hal yang sering kita lupa dalam menuliskan konten artikel adalah menyisipkan link antar artikel atau internal link. Padahal linking antar artikel penting sekali buat robot Google meng-crawl atau merayapi sitemap blog kita.

Jangan lupa juga, anchor teks yang digunakan harus sesuai dengan link dan isi konten artikel yang dituju. Bagusnya berapa link sih per artikel? Tidak ada jumlah yang pasti, tapi pastinya lebih dari 3 internal link per artikel akan lebih baik Mom.

Eksternal Link

Jangan pelit untuk memberi eksternal link ke beberapa situs atau blog autoritative. Atau artikel yang bisa menjadi support atau rujukan untuk artikel yang kita buat. Semakin banyak link yang masuk dan keluar dari dan ke blog kita, akan semakin bagus Google membaca blog kita di mesin pencari.

Link Afiliasi

Nah, kalau kita mempersiapkan dan meramu konten secara terburu-buru, link afiliasi ini sering lupa diselipkan Mom. Satu dari elemen penting yang mungkin kita para blogger lupa adalah menyisipkan link afiliasi di setiap konten artikel yang dibuat.

Kenapa penting menyisipkan link afiliasi? Ya, karena bisa menjadi salah satu sumber penghasilan dari blog Mom.

Link afiliasi adalah link yang kita dapatkan saat membeli produk atau jasa dari orang lain atau perusahaan. Dan sebagai pengguna (customer), kita juga berhak untuk bisa menjual kembali produk atau jasa tersebut disertai dengan imbalan komisi. Biasanya komisi tersebut berupa besaran rupiah tertentu atau prosentase tertentu dari nilai jual produk.

Yang paling sering dijumpai di Indonesia adalah link afiliasi saat kita membeli hosting atau domain. Nah, link yang ada di hosting dan domain ini adalah link afiliasi ya Mom. Jadi, saya akan mendapat komisi apabila ada pembaca yang membeli domain atau hosting menggunakan link afiliasi saya. Harga yang harus dibayar oleh pembeli antara menggunakan link afiliasi atau membeli tanpa link afiliasi adalah sama.

Jangan lupa untuk menyertakan pernyataan disclaimer di awal artikel bahwa kita akan mendapat komisi apabila ada yang membeli produk atau jasa melalui link afiliasi kita ya Mom. Supaya sedari awal membaca, pembaca tahu bahwa kita juga offering something di artikel yang mereka baca. Agar pembaca tidak merasa dimanfaatkan.

Sebagai pembaca juga harus pintar yah, dari sisi kita sebagai konten kreator, saat kita membuat artikel disertai dengan link afiliasi dan disclaimer, itu bukan berarti kita mengharuskan pembaca untuk membeli loh. Kita tidak bisa memaksa orang untuk membeli. Kita hanya menawarkan produk atau jasa yang memang beneran sudah kita pakai dan kita rasakan manfaatnya. Jadi, apa salahnya merekomendasikan produk atau jasa tersebut supaya orang lain juga merasakan manfaat yang sama. Iya kan?

Referensi sumber

Apabila kita memang menyalin atau mengambil kutipan atau definisi atau data dari sumber-sumber tertentu, sertakan juga sumber berita atau sumber referensinya ya Mom. Misal dari Wikipedia, dari blog orang lain. Itu salah satu cara kita sebagai blogger untuk mengapresiasi hasil karya orang lain juga.

Semoga bermanfaat ya Mom. Mungkin kalau ada yang ingin menambahkan tips-tips khusus, boleh dimasukkan ke kolom komentar. Thanks Mom!

Baca artikel ini dalam bentuk PDF.

Nah, untuk mempermudah planning atau menjadwalkan konten, terutama untuk para blogger dan konten kreator, perlu tools atau alat yang bisa men-tracking dan planning semua kegiatan kita.

Kalau buat sendiri, bakal susah banget. Percaya deh, itu makanya saya menawarkan template blog planner khusus untuk blogger dan konten kreator.

Berisi 24 halaman dan bisa di kustom atau disesuaikan dengan mudah menggunakan aplikasi Canva.

Lihat penampakannya di bawah ini ya.

This Post Has 4 Comments

  1. liliek

    Menarik sekali ide ttg bank ide selama setahun, tapi apa nggak malah bikin bingung? Sy biasanya bikin stok ide utk seminggu atau paling banyak sebulan saja. Terima kasih.

    1. Indri

      Halo mba Liliek, kalau saya pribadi lebih aman saja sih kalau ada planning konten pertahun. Bisa di pecah ke 3 bulan sekali lalu 1 bulan sekali biar tidak bingung 🙂

  2. ainun

    aku penasaran sama quora mbak, belum pernah aku coba untuk masuk kesana. padahal cukup sering juga denger kata ini
    lumayan ya buat nyari ide nulis.
    kayaknya kalau bikin content plan selama setaun aku bingung juga idenya apaan. kudu jeli dengan sekitar juga ya sepertinya

    1. admin

      Cukup menyenangkan mba Ainun, banyak banget ide yang bisa kita dapat. Cobain deh hehe

Leave a Reply to admin Cancel reply