Manfaat Yummy App untuk Ibu Rumah Tangga Yang Juga Bekerja Remote

Manfaat Yummy App untuk Ibu Rumah Tangga Yang Juga Bekerja Remote

Antara kerja remote dan pekerjaan domestik rumah tangga

“Buk lapar, sudah masak belum?” tanya anakku.

Agak kaget, saya kemudian melihat jam. Tidak terasa, sudah pukul 11:00 WIB dan lagi-lagi saya lupa waktu karena terlalu fokus dan asyik bekerja di depan komputer. Ehh, ternyata, perut saya juga melilit karena belum sarapan sedari pagi. Hanya segelas kopi hitam yang masuk ke perut dari jam 6 pagi tadi.

Anak saya memandang saya dengan cemberut kemudian membuang muka. Hahh….ngambek lagi dia.

Job freelance dari Upwork sedang banyak dan menumpuk, puji syukur. Ada beberapa kontrak hourly rate dan juga satu kontrak fixed rate. Dan pastinya, semua harus dikerjakan sesuai dengan komitmen dan kontrak yang sudah disepakati.

Plusnya, pundi-pundi dolar bakalan bertambah, bisa bernafas lega hingga beberapa bulan ke depan sekaligus bisa berinvestasi. Minusnya, pekerjaan domestik alias tugas ibu rumah tangga kerap kali terbengkalai karena saya sering lupa waktu saat bekerja. Agak kalang kabut juga membagi jadwal antara bekerja freelance dan jadwal memasak untuk keluarga. Meskipun suami tidak mengharuskan saya memasak setiap hari, mana tega sih saya melihat dia makan telur ceplok setiap hari?

Sebagai ibu rumah tangga, saya sangat menyukai aktivitas masak memasak dan baking. Peralatan baking dan memasak juga lumayan lengkap. Masalahnya, dengan job-job freelance yang saya terima, waktu 24 jam sehari rasanya kurang cukup buat saya. 

Masalah pekerjaan domestik seperti cucian baju sih aman-aman saja, ada mesin cuci. Pun, saya tidak setiap hari mencuci karena kita hanya bertiga saja. Mencuci baju paling hanya 3 hari sekali sudah cukup. Bersih-bersih rumah sudah ada vaccum cleaner, bisa minta tolong bang jago, ehhh suami dan anak juga. Memang sih, kalau dalam hal kebersihan dan beberes rumah, suami lebih jago daripada saya.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tidak menggaji ART saja mbak? Tidak pernah terpikir sih. Kami hanya bertiga, anak juga sudah remaja. Bukan yang memerlukan perhatian banget seperti balita. Daripada ART, sebenarnya saya lebih membutuhkan tukang pijit sih haha. Bagaimana tidak, setiap hari duduk dengan kaki tertekuk tuh haduhh rasanya…sering kram dan semutan.

Balik lagi ke jadwal memasak yang terbengkalai, tidak sekali dua kali anak dan suami harus tersiksa menahan lapar gara-gara ibu dan istrinya lupa waktu saat bekerja. Saya sendiri juga sempat mengalami maag kronis awal tahun lalu. Kebiasaan jelek sih, terlambat makan dan pola makan yang tidak teratur. Bahkan kantung empedu saya sempat membengkak. Menyebabkan rasa sesak yang luar biasa saat berbaring dan duduk. Saya gak mau dong, suami dan anak mengalami hal yang sama dengan saya (=maag kronis). Mereka gak akan kuat, biar saya saja…

Jadi, sebagai ibu rumah tangga dan juga ibu yang bekerja remote (freelance) saya harus pandai-pandai membagi waktu antara waktu bekerja dan waktu untuk rumah tangga. Itu wajib.

Terus terang, susah banget membagi waktu antara keduanya karena dua pekerjaan tersebut sama-sama dikerjakan dari rumah. Beda hal kalau bekerjanya itu ngantor, pasti lebih mudah membagi waktu. Tidak mungkin kan, kita sudah ada di kantor lalu tiba-tiba ijin pamit ke bos mau pulang ke rumah sebentar buat masakin suami? Mau di pecat?

Sementara kalau bekerja dari rumah seperti yang saya lakukan sekarang ini, saya mudah sekali terdistraksi karena tidak adanya batas tempat dan waktu. Mungkin ibu-ibu yang bekerja dari rumah juga bisa merasakan seperti yang saya rasakan ya.

Kliping resep, koleksi buku resep dan aplikasi resep masakan online

Sejak dari remaja saya suka membaca. Termasuk membeli tabloid masak memasak dan buku-buku resep. Sempat membuat klipping juga dulu saat masih SMA. Jadi kalau ada resep yang saya suka, resep dan gambarnya saya potong lalu di tempel di kertas HVS kemudian dibendel. Maklum, generasi X 🙂

Berlanjut ke masa-masa awal menikah, saya lebih suka membeli tabloid resep masakan dan resep makanan dan tidak lagi membuat kliping.

Akhir-akhir ini, saya juga sering membeli buku-buku resep yang sedang hits di Instagram atau buku resep edisi lama yang diskon (emak irit). Di bawah ini beberapa penampakannya:

Aneka buku resep masakan dan resep makanan

Sekitar tahun 2018, dari yang tadinya berlangganan tabloid masak dan membeli buku resep, saya beralih ke aplikasi resep masakan online. Update informasi resepnya lebih banyak dan lebih cepat. Lebih hemat juga karena tidak harus membeli versi cetaknya.

Setiap ada resep yang kelihatannya cocok dan enak serta mudah cara memasaknya, saya akan bookmark atau screenshot. Kemudian di simpan di komputer atau smartphone. Masaknya kapan Bu? Entah haha…yang penting resep-resep masakan sudah aman.

Manajemen waktu

Untuk menjadi ibu yang cerdas (ciee…), saya berusaha supaya bisa membagi waktu antara bekerja remote dan melakukan pekerjaan rumah tangga, khususnya memasak.

Mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus membuat daftar prioritas. Hal-hal mana dulu yang harus dikerjakan sekarang, bisa dikerjakan nanti atau pekerjaan mana yang bisa ditunda.

Orangnya hanya satu tapi harus bisa multitasking, kalau tidak membuat daftar prioritas, kejadiannya ya akan berulang terus seperti yang sudah saya alami . Lupa waktu, lupa masak, akhirnya bisa menjadi sumber penyakit. Amit-amit jangan sampai deh ya..

Untuk membuat jadwal, saya perlu adanya planner. Jadi bisa ditulis di planner ini kegiatan saya setiap hari apa saja. Bisa juga jadwal atau kegiatan per jamnya, biar tidak ada kegiatan yang terlewat. Apalagi hari-hari ini saya sering mengikuti kegiatan webinar online juga. Kalau tidak dicatat, pasti lupa hari ini ada kegiatan atau agenda apa saja.

Ini contoh frame planner jadwal tugas harian saya, task-nya fleksibel dan bisa di sesuaikan dengan kebutuhan sehari-hari. Mengapa penting membuat planner task? Agar terbiasa berkomitmen mengikuti prioritas dan jadwal yang kita buat. Baiknya sih ada 2 jenis planner yaitu planner untuk jadwal harian dan planner untuk jadwal mingguan.

Saya juga membuat satu planner lagi untuk jadwal dan rencana memasak. Biar tidak bingung menyusun menu setiap harinya. Tapi tetap saja, harus searching dulu di berbagai platform resep dan membuka buku-buku resep untuk menemukan resep-resep masakan yang cocok dan sesuai. Belum lagi, harus berhitung kira-kira berapa budget yang di butuhkan per porsi masakan atau per hari. Lumayan menyita waktu dan tenaga.

Menemukan Yummy App

Setiap hari saya memakai komputer untuk bekerja, sekalian berselancar di dunia maya yang tanpa batas.

Kemudian, saya lebih memanfaatkan smartphone untuk hobi dan komputer untuk bekerja. Supaya ada batas yang jelas antara hobi dan pekerjaan.

Saya menggunakan smartphone untuk berselancar mencari resep-resep baru, membaca webtoon, dll. Iya, saya penyuka webtoon dan drakor 🙂

Satu saat, saya menemukan aplikasi Yummy app setelah suntuk mencari resep-resep baru di beberapa situs masakan yang sering saya kunjungi. Ternyata menyenangkan sekali setelah mengunduh dan menginstall Yummy app.

Yummy App? Aplikasi apa itu?

Yummy app adalah aplikasi digital yang fokus membahas tentang makanan, tips memasak, tutorial dan juga resep. Aplikasi Yummy app bisa di download di Google Play Store maupun App Store.

Yummy app berada di bawah naungan IDN Media dan Yummy app sendiri sudah berkibar sejak tahun 2016. Mayan lama ya….

Dengan tema dan tagline #Masakitugampang, Yummy app menghadirkan format konten resep masakan mudah hanya dengan 5 langkah. 5 langkah dari rumah? Bukan, itu lagu dangdut 🙂

Sebelum bisa mengintip dan menggunakan aplikasi Yummy, kita harus registrasi atau mendaftar dulu ya. Caranya mudah kok, tinggal isi nama, alamat email dan password saja. Setelah itu kita baru bisa masuk ke aplikasi.

Apa saja yang bisa kita cari di aplikasi Yummy? Serta fitur-fitur apa saja yang bisa kita gunakan?

Fitur-fitur apa saja yang tersedia di Yummy App?

Fitur memasak

Begini cara menggunakan fitur memasak di Yummy app:

  1. Buka aplikasi Yummy. Ada 5 tab di bagian paling bawah yaitu tab home, tulis resep, masak, notifikasi dan akun.
  2. Pilih tab masak.
  3. Punya bahan apa di kulkas? Atau ada stok bahan apa, bisa kita ketikkan di papan pencari atau bisa kita cari berdasarkan sortir alfabet. Untuk hasil pencarian yang lebih baik, minimal kita harus memilih 2 bahan agar rekomendasi resep bisa tampil.
  4. Setelah pilihan-pilihan resep tampil, kita tinggal memilih resep mana yang akan kita coba.

Fitur komunitas

Upload dan tulis resep dapat duit? Memang bisa? Bisa banget kalau di Yummy app.

Tulis resep dan kalau resep kita lolos dan di tayangkan, kita bisa mendapatkan 100 Yummy point yang bisa di redeem.

Fitur filter harga

Nah, fitur ini cocok banget nih buat saya dan tentunya buat ibu-ibu yang lain juga. Biasanya kita ribet nih, mau masak apa hari ini. Tapi dengan adanya fitur filter harga di Yummy app, kita bisa langsung memilih aneka resep berdasarkan budget yang kita pilih dan tentukan sendiri. Membantu sekali kan?

Jadi, bagaimana cara menggunakan fitur harga di Yummy app? Begini caranya:

  1. Buka Yummy app
  2. Cari resep masakan di kolom “Pencarian” yang ada di “Home” Page
  3. Tekan tombol “Filter Resep”
  4. Pilih filter harga sesuai dengan kebutuhan kita
  5. Pilih resep dari tampilan rekomendasi resep

Manfaat Yummy app buat saya

Buat saya pribadi, Yummy app bermanfaat banget terutama karena saat job sedang banyak, saya pasti sangat sibuk. Nyaris tidak ada waktu untuk memasak berlama-lama. Yummy app sangat membantu sekali untuk membuat planning atau jadwal masak dalam seminggu atau bahkan sebulan. Saya bisa mendapatkan banyak rekomendasi resep berdasarkan bahan dan harga (budget). Juga, saya bisa memilah waktu, kapan harus memasak, kapan harus bekerja. Biasanya sih, saya memasak sekaligus jumlah porsi banyak di hari Minggu.

Meal planning atau perencanaan memasak ini berkaitan erat dengan keuangan keluarga loh Moms. Kok bisa? Gak percaya ya?

Coba saja bayangkan kalau Mommies tidak mempunyai rencana memasak sama sekali. Pengalaman pribadi nih, kalau sudah sampai di tukang sayur lalu melihat macam-macam bahan yang seger seger gitu, yang ada malah saya bengong. Padahal dari rumah sudah ada rencana untuk memasak resep A, begitu sampai di tukang sayur, resep A tergantikan dengan resep B, resep C sampai resep Z. Begitu plin plannya saya.

Sialnya lagi, dengan intimidasi emosi keinginan memasak resep A sampai Z akhirnya membuat anggaran belanja jebol. Harusnya sekian ribu rupiah bisa cukup untuk belanja, kenyataannya harus mengeluarkan 5 kali lipat bahkan lebih untuk menuruti emosi huhuhu…

Belum lagi nih, karena berbelanja terlalu banyak akhirnya saya menyimpan bahan masakan terutama sayur-sayuran di kulkas terlalu lama. Seringnya, saya menemukan bahan-bahan tersebut sudah membusuk. Sudahlah over budget, mubazir pula. Lengkaplah sudah penderitaan mamak.

Yummy app dan manfaat membuat perencanaan memasak untuk sebulan

Untuk menghindari over budget dan mubazir, kita perlu membuat rancangan dan perencanaan memasak. Entah itu untuk satu minggu atau satu bulan. Yang terpenting adalah adanya rencana dan budget yang sudah di hitung sebelumnya.

Mengutip dari Investingmom.id membuat rencana dan rancangan memasak sangat penting buat ibu rumah tangga karena:

  1. Meminimalisir frekuensi belanja.
  2. Anggaran belanja makanan menjadi terkendali sesuai dengan budget.
  3. Waktu memasak menjadi lebih singkat karena kita sudah ada persiapan bahan dan resep sebelumnya.
  4. Variasi menu lebih beragam.
  5. Menghemat tempat penyimpanan makanan.
  6. Menghindari makanan terbuang percuma atau mubazir.

Mau tetap boncos? Kalau tidak mau ya harus membuat planning ya Moms.

Di bawah ini rencana memasak saya untuk satu bulan berdasarkan resep rekomendasi dan fitur harga dari Yummy app. Ada yang mau contek? Boleh banget…

Ohiya, budget dan harga bahan makanan dan sayuran mungkin berbeda tergantung tempat ya. Kalau di tempat saya tinggal, harga rata-rata semua bahan masakan cenderung lebih mahal daripada di pulau Jawa.

Di hitung-hitung, dari rencana masak sebulan ini, anggaran belanja kurang lebih IDR 100.000 per hari. Masih wajar lah ya, daripada tiap hari beli lauk dan sayur matang di luaran.

rencana anggaran masak satu bulan

Mengapa di setiap hari pasti ada buah? Karena saya tipe pemalas yang malas makan besar di pagi hari. Rutinitas sarapan saya biasanya adalah kopi hitam dan pisang atau kopi hitam dan mangga sebiji, sudah cukup untuk mengganjal perut. Cepat, praktis dan simpel.

Supaya bisa mengurangi jumlah waktu memasak setiap hari atau efisiensi waktu istilah kerennya, saya punya beberapa tips yang mungkin berguna untuk Mommies semua.

Tips memasak ala ibu pemalas tapi juga rajin bekerja remote:

  1. Memasak lauk pauk sekali dalam jumlah banyak. Dinginkan kemudian bagi per porsi harian dan simpan dalam wadah tahan dingin. Masukkan freezer. Jangan lupa untuk memberi label nama masakan dan tanggal masak. First in first out ya Moms.
  2. Karena sudah hemat waktu saat memasak lauk sekali banyak, memasak sayuran bisa dikerjakan setiap hari. Pengalaman pribadi sih, paling hanya butuh waktu 30 menit sampai paling lama 1 jam. Asal semua bahan sudah siap ya. Paling enak memang sayur yang di masak dadakan, rasa dan aroma pasti lebih enak dan segar.
  3. Bahan-bahan makanan pelengkap seperti acar, sambal tomat, sambal terasi, kerupuk juga bisa kita buat sekali untuk jumlah banyak. Jangan lupa untuk menyimpan di lemari pendingin agar awet dan tidak mudah basi. Kecuali kerupuk ya Mom 🙂
  4. Sediakan juga bumbu putih, bumbu merah dan bumbu kuning yang sudah di blender halus dan di tumis. Simpan dalam lemari pendingin. Gunanya buat apa? Sewaktu-waktu pengen nasi goreng atau bakmi kuah, gak usah blender bumbu lagi Moms, tinggal pakai karena sudah tersedia. Sekali lagi, hemat waktu.

Bagaimana dengan Mommies? Sudah download dan install Yummy app belum?

Percaya deh, gak bakalan pusing mau masak apa dan budgetnya berapa kalau menggunakan Yummy app. Saya yang ibu rumah tangga dan freelancer (kerja remote) sudah membuktikan sendiri.

Salam masak ya Mommies!

This Post Has 5 Comments

  1. Hastira

    wah kalau aku karena sekarang uma berdua, makanya gak terlalu ribet, tapi aku bikin jadwal menu untuk 5 hari. mau menu apa. dan setiap sabtu belanaj di pasar

    1. Indri

      Kalau sudah ada jadwal masak, gak ribet lgi ya mbak 🙂

  2. Diah

    Saya paling suka masak bayam sama sawi. Disayur bening tinggal cemplung-cemplung. Kl ga ya tumisan.

    Lauk: ayam goreng, tempe, tahu, telur.

    Hahaha…mamak praktisan.

    1. Indri

      biasanya yang cemplang cemplung tuh malah syedep mbak 🙂

Leave a Reply