Sabak, Lontar, dan Mutu Pendidikan di Indonesia

Sabak, Lontar, dan Mutu Pendidikan di Indonesia

Saya sengaja mengcapture status ini sebagai pengingat, buat diri saya sendiri dan tentunya buat para pembaca blog ini.

Bahwa bersyukur itu harus. Meskipun secara logika, ini mau bersyukur bagaimana wong gajian cuma IDR 600K sebulan.

Bahkan uang saku sekolah anak saya lebih besar dari gaji bapak guru ini sebulannya.

Tapi pak guru ini tidak mengeluh, bahkan berusaha mencari tahu bagaimana cara supaya memudahkan beliau dan murid-muridnya bisa melakukan proses belajar mengajar secara online.

Dalam hati saya berucap, meskipun mungkin hanya mendapat gaji IDR 600K sebulan, yang di tangan orang lain mungkin bisa habis buat belanja sehari dua hari, tapi saya yakin Tuhan akan cukupkan dan melebihkan rejeki bapak guru ini dan keluarganya.

Meskipun dari dulu saya pesimis dengan sistem kurikulum dan proses belajar mengajar di negara kita, melihat bagaimana ada satu orang guru yang berniat tulus seperti ini, rasa pesimis saya agak berkurang jauh.

Ternyata, masih ada guru yang peduli dengan proses pembelajaran, tidak peduli keadaan dan sistem yang kurang mendukung. Beliau juga tidak menyalahkan keadaan. Dan saya sangat yakin, niat yang baik dan tulus pasti akan sampai dengan baik pula ke siswa-siswa dan masyarakat lainnya. Semoga.

Berbicara tentang belajar online dan kemajuan pendidikan di negara kita, saya ingin berbagi tentang Guruinovatif.id.

Aplikasi belajar mengajar berbasis online yang bertujuan sebagai tempat belajar guru, di mana guru bisa mengakses pembelajaran secara online dengan harga terjangkau (bahkan gratis) dan bisa di gunakan sebagai media pelatihan guru serta mendapatkan sertifikasi guru.

Guru yang berkualitas, bagaimana cara mengetahuinya?

ciri-ciri guru berkualitas

Saat kita bersekolah dulu, pasti pernah bertemu dengan sosok “guru killer,” “guru galak”, “guru jaim” dan lain-lain sebutan buat para guru yang menurut kita sebagai siswa tuh merupakan guru yang hmmm …enggak banget deh.

Tapi sering juga saya mengidolakan beberapa guru karena ada guru yang suka humor, guru matematika yang pandai menjelaskan dan memecahkan soal, dan ibu-ibu guru yang lembut tutur sapanya saat berbicara dengan murid.

Jadi, bagaimana cara kita mengetahui seorang guru itu baik dan berkualitas?

SNHU (Southern New Hampshire University) membagikan pandangan mereka tentang bagaimana ciri-ciri dan kualitas seorang guru yang baik.

  1. Komunikator yang baik
  2. Pendengar yang baik
  3. Fokus pada kolaborasi
  4. Mudah beradaptasi
  5. Menyenangkan dan kreatif dalam memberi pelajaran
  6. Empati
  7. Sabar
  8. Membawa pembelajaran mereka ke dunia nyata (real world)
  9. Kesediaan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain
  10. Pembelajar seumur hidup

Tempat belajar guru, bukan hanya di lembaga atau institusi tertentu. Guru yang berkualitas, akan selalu mempunyai niat dan kemauan untuk mengupgrade diri dan kemampuan. Di manapun, dari siapapun dan bagaimanapun caranya.

Jumlah peserta didik di Indonesia 2017-2018

sumber katadata

Melihat dari grafik di atas (sumber dari katadata), kita bisa mengetahui bahwa jumlah peserta didik SD adalah yang terbanyak. Sejumlah 25.5 juta anak.

Jumlah anak-anak yang puluhan juta jiwa ini adalah our next generation, generasi penerus kita di masa datang.

Ingin melihat Indonesia maju? Generasinya harus terdidik dengan baik. Bagaimana mendidik generasi dengan baik? Guru dan orang tua harus sama-sama mau untuk meng-upgrade skill, pendidikan, dan kualitas hidup. Tidak ada cara lain lagi, menurut saya.

Bagaimana cara mengupgrade kualitas diri? Silahkan lihat dan baca lagi (paragraf sebelumnya) tentang bagaimana kualitas guru yang baik menurut Southern New Hampshire University. Bahkan menurut saya, bukan hanya khusus untuk guru saja, semua orang harus mempunyai 10 ciri tersebut supaya bisa disebut sebagai pribadi yang berkualitas.

Selain itu, di jaman serba digital ini, kita bisa memanfaatkan fasilitas internet dan berbagai aplikasi online untuk pembelajaran supaya bisa mengupgrade kemampuan dan pengetahuan. Buat para guru, bisa mencoba menggunakan aplikasi online Guruinovatif.id.

Sekolah pertama di Indonesia

Tahun ’85 an, saya duduk di sekolah dasar. Saat itu, karena saya tinggal di desa kecil, SD yang ada hanya sekolah dasar Inpres (instruksi Presiden). Bangunan sekolahnya tidak terawat dan rusak di sana sini. Gurunya hanya beberapa orang saja.

Saya sempat teringat percakapan dengan mbah kakung (kakek) bertahun-tahun silam.

Mbah kakung bisa membaca dan menulis. Sementara mbah putri (nenek) buta huruf. Tidak bisa membaca dan menulis sama sekali.

Penasaran, dulu saya bertanya ke mbah kakung,”Mbah, dulu mbah kakung sekolah di mana? Apa jaman dulu sudah ada SD Inpres seperti sekolahanku?”

Sambil menghisap rokok kreteknya dalam-dalam, mbah kakung menjawab,”Dulu belum ada sekolahan seperti sekarang Nduk. Jaman dulu, mbah kakung sekolah di SR. SR itu sekolah rakyat. Di ajari membaca dan menulis. Kalau sekarang pakai buku untuk menulis, dulu mbah kakung memakai sabak.”

“Sabak? Apa itu mbah?” tanya saya heran.

“Sabak itu batu yang pipih dan hitam, gunanya buat menulis seperti buku tulis kalau sekarang ini. Tapi, jaman dulu menulisnya pakai kapur. Karena permukaan sabak terbatas seukuran telapak tangan, kalau tulisannya sudah penuh ya di hapus, di ganti tulisan baru lagi,” jawab mbah kakung sambil terkekeh.

“Habis dari SR gak meneruskan sekolah lagi mbah?” tanya saya.

“Kalau anak-anak orang kaya atau ningrat, mereka melanjutkan sekolah ke MULO. MULO itu setara dengan SMP kalau sekarang ini Nduk. Mbahmu ini kan rakyat biasa, setelah tamat SR ya sudah, tidak bisa meneruskan sekolah lagi.”

“Begitu ya mbah,” kata saya sambil asyik bermain dakon di bawah kaki mbah kakung.

Meskipun mbah kakung bukan dari keluarga terpandang atau ningrat, mengetahui beliau mempunyai minat belajar supaya bisa membaca dan menulis, membuat perasaan saya haru.

Betapa pada jaman dulu yang serba terbatas, kemauan untuk belajar dan mengajar sudah melekat di jiwa masing-masing orang.

Kalau jaman dulu hanya bisa memakai sabak dan daun lontar untuk menulis, jaman sekarang ini, selain ada buku tulis, kita juga bisa memanfaatkan bermacam sarana untuk belajar mengajar, salah satunya melalui internet dan aplikasi belajar mengajar online.

Selain murid yang wajib untuk belajar, guru juga bisa belajar supaya bisa mengajar dengan lebih baik lagi.

Salah satu pilihan aplikasi kursus berbasis online untuk para guru adalah menggunakan aplikasi guru belajar mengajar di Guruinovatif.id.

Saya penasaran dengan sistem pendidikan di Indonesia jaman dulu. Apakah sekolah rakyat yang di katakan mbah kakung itu benar-benar ada? Lalu mengapa kalau ada sekolah rakyat, tidak semua orang pada jaman itu bisa membaca dan menulis?

Ternyata jaman dulu, tidak ada wajib sekolah.

Jaman dulu, orangtua menganggap anak adalah peringan beban hidup. Sekolah tidaklah penting. Yang penting, kalau anak laki-laki, badan harus kuat dan sehat agar bisa membantu orangtua bertanam padi di sawah, ngluku, tandur dan pekerjaan-pekerjaan lain sehari-hari.

Anak perempuan, yang penting bisa masak dan pandai melakukan pekerjaan rumah lainnya. Supaya kalau sudah menikah, bisa merawat keluarganya dengan baik.

Mindset turun temurun pada jaman dulu bahwa tidaklah penting anak mau bersekolah atau tidak asalkan dia bisa membantu orang tuanya tandur (menanam padi) atau angon (menggembalakan hewan).

Anak akan dianggap lebih berbakti kalau dia mampu membantu orang tuanya daripada dia bisa membaca dan menulis.

Lebih baik tidak sekolah tapi pandai angon dan tandur.

Itulah mengapa, banyak sekali pendahulu dan eyang-eyang kita yang buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Karena di jaman itu, tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis adalah hal yang umum dan wajar.

Penasaran dengan sekolah jaman dulu, saya kemudian searching dan googling tentang sekolah pertama di Indonesia. Dari situs Steemit, saya mendapat informasi tentang model sekolah pertama di Indonesia.

Sekolah desa

Mulai berdiri dan ada sekitar tahun 1907. Menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar. Lama proses belajar mengajar sekitar 3 tahun.

Sekolah desa ini di khususkan untuk anak-anak desa pribumi.

Nah, mungkin SR atau sekolah rakyat tempat mbah kakung saya dulu belajar adalah bentuk yang lebih modern dari sekolah desa.

HIS (Hollandsch Inlandsch School)

HIS di khususkan untuk golongan ningrat dan anak-anak kalangan atas (kaya) di Indonesia pada jaman itu. HIS menggunakan sistem dan metode seperti sekolah Belanda.

Pertama kali didirikan tahun 1914.

Taman Siswa

Sekolah yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tahun 1922 di Yogyakarta.

Taman yang berarti tempat bermain. Siswa yang berarti murid.

Tempat bermain murid-murid.

Kutipan Ki Hadjar Dewantara. Sumber Qureta

Setiap orang menjadi guru

Salah satu kutipan terkenal dari Ki Hadjar Dewantara:

Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.

Ki Hadjar Dewantara

Pengertian dan asumsi orang bisa berbeda-beda tentang kutipan ini.

Menurut saya pribadi, kutipan ini mempunyai arti bahwa, setiap orang bisa menjadi guru dari berbagai pengalaman dan proses hidup yang mereka jalani.

Guru dalam artian, orang yang mau berbagi dan sharing tentang pengetahuan (knowledge), keberhasilan dan kegagalan mereka. Terutama, berbagi tentang proses kehidupan kepada orang lain.

Guru adalah di mana orang-orang bisa ngangsu kawruh (= menimba ilmu), mencari pengetahuan atau mencari ilmu.

Setiap rumah menjadi sekolah, mengingatkan saya akan homeschooling. Betapa di masa pandemi Covid-19 ini, anak-anak yang sekarang belajar dari rumah sudah sedemikian mirip dengan homeschooling.

Orangtua yang harus bisa dan mampu mengajari anak, mencari metode yang pas supaya proses belajar mengajar di rumah bisa berjalan setiap hari dan tidak membosankan. Orangtua juga harus menyediakan waktu khusus untuk pembelajaran anak-anak di sela-sela kesibukan mereka setiap hari.

Orangtua menjadi guru untuk anak-anaknya.

Saya kok jadi berpikir, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kita seperti flash back ke jaman dulu saat belum ada lembaga yang bernama sekolah.

Belajar tentang karakter, pendidikan, pengetahuan, watak, proses, semua dari orangtua dan sekeliling kita.

Mungkin perbedaannya hanyalah, sekarang kita memakai gadget dan perangkat canggih, sementara di jaman dulu hanya memakai sabak atau daun lontar sebagai media tulis dan belajar.

Guru belajar mengajar di Guruinovatif.id

Belajar bisa dari mana saja, termasuk pembelajaran online. Bukan hanya murid dan siswa saja yang perlu dan butuh belajar, guru juga. Tentunya supaya kualitas guru menjadi semakin baik.

Saya sendiri sangat menyukai kursus online, terutama yang berkaitan dengan tujuan dan goal atau cita-cita saya pribadi.

Meningkatkan mutu, skill dan kemampuan seorang guru itu sangat penting. Jika gurunya berkualitas, maka murid-murid yang diajarnya pun juga akan berkualitas.

Kita menanam yang kita tuai. Benihnya harus bagus supaya hasil panennya juga bagus.

Apa dampaknya kalau mempunyai guru-guru yang berkualitas? Pastinya berdampak ke kualitas generasi bangsa kita selanjutnya.

Jadi, meningkatkan kualitas guru bagi saya menjadi sangat penting. Selipan curhat emak-emak yang anaknya masih berada di bangku sekolah.

Tentang Hafecs

HAFECS (Highly Functioning Education Consulting Services) adalah sebuah lembaga yang didirikan Yayasan Hasnur Centre. Menjadi salah satu divisi di bidang training guru sebagai upaya untuk mendorong percepatan transformasi pendidikan Indonesia melalui pengembangan metode pengajaran di kelas dan metode pembelajaran serta pengembangan kurikulum sekolah.

Tentang Guruinovatif.id

Guruinovatif.id adalah platform online learning bersertifikat untuk guru.

Dengan metode online learning, banyak manfaat yang bisa didapat dari Guruinovatif.id, antara lain:

  1. Hemat waktu dan biaya. Tidak harus pergi pulang ke tempat kursus. Apalagi kalau tempat kursus jauh dari rumah. Tidak perlu biaya BBM juga. Hanya sedikit pengeluaran biaya kuota internet untuk mengakses modul pembelajaran.
  2. Harga kursus sangat terjangkau (bahkan ada yang gratis). Biaya kursus offline, sudah pasti bisa mencapai ratusan ribu per modul atau kursus. Sementara kalau gaji per bulan hanya IDR 600K seperti pak guru di atas, keluarga mau makan apa? Di Guruinovatif.id, harga kursus hanya berkisar antara IDR 65.000-an per kursus online. Bahkan banyak juga yang free alias gratis.
  3. Sertifikasi online. Khusus untuk kursus online mata pelajaran sekolah yang menggunakan konsep PCK (Pedagogical Content Knowledge), guru bisa mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan kursus online yang di beli. Konsep PCK dikembangkan oleh Hafecs untuk memudahkan bagaimana cara guru mengajar dan menumbuhkan semangat berinovasi dalam mengajar di kelas, agar dapat tercipta suasana belajar siswa yang menyenangkan dan tidak membosankan.
  4. Trainer dan pemateri yang berpengalaman dan ahli di bidangnya masing-masing.
  5. Materi yang bukan hanya terdiri dari teks, namun juga video dan tugas.

5 Langkah Memulai Belajar di Guruinovatif.id

5 Langkah Memulai Belajar di Guruinovatif.id
  1. Isi data dan registrasi.

2. Setelah registrasi dan pendaftaran terkonfirmasi, kita bisa langsung masuk ke akun kita di Guruinovatif.id dan bisa langsung melakukan pembelian atau pilih kursus/kelas.

3. Melakukan pembayaran

4. Mulai kursus

5. Dapatkan fasilitas

Ada 3 pilihan kursus online di Guruinovatif.id yaitu:

kategori kursus online di Guruinovatif.id
  • Online certification. Kursus online bersertifikasi.
  • Mini course atau kursus mini. Terdiri dari 3 topik per kursus. Banyak di antaranya free alias gratis dan kalaupun berbayar, biayanya hanya IDR 25K per mini kursus. Terjangkau sekali kan…
  • Productivity course atau kursus produktivitas. Bertema tutorial dan how to atau bagaimana cara …..

Selain kursus online, terdapat juga pilihan webinar online, tutorial dan Innovation School Leaders and Teachers (ISLT) yang bisa menjadi pilihan pembelajaran untuk para guru di Guruinovatif.id.

Saya mencoba membeli kursus yang berjudul “Cara Menggunakan Whatsapp Untuk Grup Pembelajaran.”

Materi terdiri dari 4 video dengan total waktu 19 menit. Cukup padat, singkat dan jelas.

Video memuat step by step dan langkah-langkah bagaimana menggunakan Whatsapp dan membuat grup di Whatsapp. Jelas dan mudah di ikuti.

Ohya, semua kursus online yang ada di Guruinovatif.id mempunyai jangka waktu akses, yaitu 1 tahun dari masa kita membeli kursus tersebut.

Setelah 1 tahun lewat, kita sudah tidak bisa mengakses kursus yang pernah kita beli sebelumnya.

Di bawah ini video penjelasan bagaimana cara login sampai dengan bagaimana cara memilih dan membeli kursus online di Guruinovatif.id.

Cara registrasi dan login di Guruinovatif.id

cara login ke dashboard akun Guruinovatif.id dan kursus saya

Tampilan kursus saya

kursus yang saya beli di Guruinovatif.id

Cara membeli kursus di Guruinovatif.id

cara membeli kursus di Guruinovatif.id

Perbedaan program kursus online di Guruinovatif.id

Perbedaan program pelatihan di Guruinovatif.id

Menurut saya, aplikasi online Guruinovatif.id ini akan sangat berguna untuk guru-guru terutama daam hal mengembangkan cara belajar mengajar supaya mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia juga bisa meningkat.

Mengapa Guruinovatif.id sangat cocok untuk guru? Karena banyak sekali pilihan kursus online yang sesuai dengan mata pelajaran sekolah. Mulai dari jenjang TK, SD (sekolah dasar), SMP hingga SMA. Lengkap sekali.

Dengan menggunakan platform online learning sebagai tempat belajar guru, harga yang sangat terjangkau, kemudahan sertifikasi dan pilihan kursus online yang beragam sesuai kebutuhan, Guruinovatif.id berharap bisa berperan serta meningkatkan mutu dan kualitas pengajaran guru dan pendidikan di Indonesia.

Sumber referensi

SNHU.edu. 2017. 10 Qualities of a Good Teacher. Dilihat tanggal 22 Oktober 2020 <https://www.snhu.edu/about-us/newsroom/2017/12/qualities-of-a-good-teacher>

Katadata.co.id. 2019. Berapa Jumlah Sekolah di Indonesia? Dilihat tanggal 22 Oktober 2020 <https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/06/23/berapa-jumlah-sekolah-di-indonesia>

Steemit. 2017. Sekolah Pertama di Indonesia dan proses belajar. Dilihat tanggal 22 Oktober 2020 <https://steemit.com/indonesia/@foways/sekolah-pertama-di-indonesia-dan-proses-belajar-2017913t185735871z#:~:text=Yang%20Diselenggarakan%20terbatas%20untuk%20anak,kali%20didirikan%20pada%20tahun%201914.>

Icon dan vector: FREEPIK

Aplikasi desain : CANVA

This Post Has 2 Comments

  1. Linda Puspita

    Guruinovatif.id memang banyak membantu para guru untuk pembelajaran yang tidak membosankan ya kak.

Leave a Reply