7 Strategi Promo Konten

Sebagai blogger, banyak banget yang masih belum paham bagaimana caranya meningkatkan traffic blog. Atau bagaimana caranya supaya visitor blog bertambah.

Artikel ini saya adaptasikan dari backlinko.com babang Brian Dean. Semoga bisa bermanfaat ya.

Apa sih tugas dan kewajiban seorang blogger?

Pernah enggak sih terpikir, bahwa dengan menyandang status blogger, kita harus ngapain?

Nulis artikel saja, membangun blog saja atau ada hal lainnya lagi yang musti kita lakukan?

Mungkin kita harus mundur selangkah dulu deh untuk mengetahui tentang apa itu blog.

Blog adalah alat, yang dapat membantu kita untuk hadir secara online, menarik prospek atau calon customer dan sebagai sarana untuk bisa berinteraksi dengan audiens.

Jadi secara garis besar, menjadi seorang blogger haruslah siap untuk hadir secara online lewat artikel-artikel yang kita tulis. Serta berinteraksi dengan audiens.

Banyak cara untuk bisa hadir secara online dan menyapa audiens. Salah satu cara yang sangat sederhana adalah membalas komentar yang masuk.

Kalau ada keinginan untuk bisa menghasilkan pendapatan dari blog, kita juga bisa mendandani blog serta segala isinya supaya bisa menarik prospek atau calon customer. Caranya? Ada banyak. Salah satunya ini nih, membuat lead magnet untuk menarik subscriber.

Oke, sekarang sudah jadi blogger nih ceritanya. Artikel dan konten juga sudah ada. Tapi kok masih sepi ya pengunjung blognya?

Tahu tidak Mom, kalau kita juga harus melakukan promosi (bukan hanya jualan aja yang butuh promosi ternyata hehe) setelah membuat konten?

Mengapa harus promosi? Supaya semua orang tahu, blog dan konten kita itu selalu update dengan informasi dan artikel terbaru.

Apalagi, masih banyak blogger yang belum mempunyai subscriber ya. Jadi harus lebih ekstra dalam mempromosikan kontennya.

Menurut babang Brian Dean, ada 7 strategi promo konten yang bisa kita coba. Pastinya, strategi ini sudah dicoba juga oleh beliau.

Kalau saya sendiri? Woooww, jelas sudah lah ya Mom, sebagian hehe….

promo konten to do list

7 strategi promo konten

Blogger outreach

Blogger outreach ini sederhananya, kita meminta bantuan dan menawarkan collab atau kerjasama antara sesama blogger. Tentunya yang mempunyai niche dan kategori yang serupa ya.

4 tipe blogger outreach di antaranya:

  1. Guest blogging
  2. Share request
  3. Link request
  4. Partnership

Blogger outreach ini juga salah satu hal yang saya kerjakan sebagai freelancer di Upwork. Khususnya Link building dan Outreach specialist.

Jadi, spesialisasi skill saya, selain virtual assistant juga tukang cari backlink. Bahasa kerennya nih, link building & outreach.

Guest posting atau guest blogging adalah salah satu cara untuk menghasilkan backlink secara organik.

Manfaat lainnya, nama dan artikel guest post kita pun bisa ikutan dishare oleh pemilik blog tempat kita collab guest post. Ya iyalah, kan artikel kita jadi miliknya blogger yang kita ajak collab.

Beberapa guest posting yang sudah pernah saya tulis antara lain:

5 Kiat Sukses Menjadi Freelancer

Cara Membuat Ebook dan Menjualnya di Blog

Peluang Kerja Remote yang Semakin Dicari Saat Pandemi

Cara Membuat Struktur Artikel Blog

Tips Memilih Pasar Freelance untuk Pemula

Semakin banyak kita menebar guest post, akan semakin terkenal blog kita dan banyak juga traffic yang akan masuk ke blog. Semoga 🙂

Apalagi nih, kalau kita bisa collab guest post di blog milik influencer atau blogger femes. di jamin deh. Ikutan pansos hehe….

Konten round-up

Konten round-up adalah artikel yang berisi tentang kumpulan satu tema atau topik tertentu dan memuat snippet beberapa artikel yang membahas topik yang sama.

Supaya tidak bingung, ini contohnya: Tips Menang Lomba Blog

Di artikel tersebut, saya menggabungkan beberapa tips dari beberapa blogger tentang bagaimana cara memenangkan lomba blog. Khususnya, dari para blogger yang seringkali memenangkan lomba blog.

Setelah artikel jadi dan tayang, saya berkirim email ke – harusnya semua – , tapi hanya beberapa blogger yang saya kirim email.

Tentang apa memang?

Menginformasikan bahwa saya membuat artikel tersebut dan menambahkan link blog mereka di artikel yang saya tulis. Bila berkenan, saya meminta tolong supaya mereka mau ikutan meng-share artikel tersebut.

Hasilnya? Semua oke donggg…semua blogger yang saya mintai tolong mau meng-share dan me-tweet artikel yang saya buat tersebut.

Jadi, jangan pelit-pelit untuk memasukkan eksternal link dari blogger lain yaa, sepanjang memang mempunyai tema, topik dan kategori yang serupa atau similar.

Email newsletter

Nah, bagian ini nih yang mungkin blogger kita belum banyak melakukannya.

Apa sih email newsletter?

Email newsletter adalah saat kita berkirim konten kepada semua subscriber blog kita.

By the way, sudah punya berapa subscriber sekarang nih?

Seumpama kita punya subscriber 100 orang, biasanya tidak semua subsciber akan membuka emailnya sih.

Ambil saja angka aman di 30% nya, jadi ada sekitar 30 orang yang membuka email dan membaca konten kita. Karena kita menambahkan CTA (call to action) supaya dia mau share artikel, kita anggap saja ke 30 subscriber ini mau meng-share artikel kita.

Mayan banget kan? Bisa dapetin prospek visitor tanpa susah payah.

Lalu, bagaimana caranya bisa mendapat subcriber?

Gampang kok, kita bisa membuat lead magnet supaya pengunjung blog kita mau menukarnya dengan alamat email mereka.

Caranya?

Ada di “Cara instan membuat ebook.” Boleh langsung daftar dan simpan kursi buat nanti 🙂

Di kelas ini, akan diajarkan cara membuat digital product yaitu ebook. Termasuk cara mengintegrasikan lead magnet tersebut dengan email marketing (Convertkit).

Ini salah satu artikel ulasan tentang kelas online yang ditulis oleh mba Diah di blognya, Cara Mudah Membuat Ebook.

Repurpose konten

Capek nulis artikel terus tiap hari?

Yang suruh juga siapa?

Kita bisa lo, selalu hadir di tengah-tengah follower dan audiens tanpa update dengan artikel baru.

Lho, kok?

Iya. Caranya? Dengan repurpose konten.

Gampangnya nih, dari konten artikel blog, kita bisa ubah menjadi konten FB, IG, Pinterest, Twiiter, dll.

Satu konten artikel bahkan bisa menjadi beberapa micro konten, tergantung kreatifitas kita aja.

Di Instagram, saya paling suka microblog nya Niko Julius dan Designspective.

Insight dan idenya keren, konten microblognya juga.

Saya sendiri, semampunya saja sih mengolah repurpose konten ini. Menggunakan Canva, saya biasa membuat desain Instagram post dulu kemudian baru di resize ke ukuran FB post. Vice versa. Lebih hemat waktu dan tenaga.

Untuk Pinterest, sementara belum tersentuh. Waktu dan tenaganya gak cukup haha…

Karena satu konten artikel bisa menjadi beberapa konten microblog, dalam seminggu paling banter saya hanya menulis atau update arikel sekali. Itu juga sudah sangat bagus mengingat saya harus mengelola 3 blog dan beberapa grup WA. Belum lagi kalau pas sibuk ada job di Upwork.

Dengan cara repurpose konten seperti ini, kita bisa selalu menyapa follower serta audiens dan tetap eksis di dunia sosial media. Setuju?

Konten re-launch

Kalau mempunyai konten yang sudah “old” alias lama dan belum pernah diupdate sama sekali, jangan di masukkan ke draft apalagi trash. Waktunya untuk mengupdate artikel tersebut.

Selain di update isi kontennya, kita juga bisa mem-publish artikel tersebut sebagai artikel baru alias baru tayang.

Caranya? Di WordPress, tinggal ubah aja tanggal publish-nya. Di ubah ke tanggal yang lebih muda ya.

Konten roadshow

Konten roadshow ini, kalau kita menulis artikel ulasan atau review dengan tema tertentu dan menawari blog lain apakah mau juga di ulas. Sekalian gitu ceritanya.

Mungkin di sini (blog lokal) belum terbiasa ya. Saya juga jarang melihat konten roadshow.

Setelah konten roadshow, biasanya bisa di bendel lagi jadi konten round-up.

Email people + brand you mention on your content

Supaya seseorang atau brand atau perusahaan mengapresiasi konten kita, gak papa lo kalau berkirim email kepada mereka.

Terutama saat kita membuat artikel ulasan atau artikel jenis lainnya yang bersangkutan dengan brand tersebut.

Kalau sesama blogger mungkin prosentasenya lebih besar untuk bisa ikutan meng-share artikel atau meng-tweet atau re-tweet.

Kalau brand? Mungkin iya mungkin juga tidak. Tapi kita gak akan pernah tau kan kalau belum mencoba?

Saya sering tuh meng-tag Canva saat mempublish desain sederhana saya di FB. Kalau ikutan lomba blog sih lain cerita ya. seringkali brand ikutan re-tweet atau ikutan share jug demi kepentingan mereka sendiri.


Nah, bagaimana nih, sudah siap untuk mempromosikan konten lebih giat lagi?

Saya tunggu komennya ya….

Jangan lupa untuk meng-share artikel ini juga.

Untuk menunjang promo konten, bisa banget loh menggunakan tools atau alat. Misalnya BLOG PLANNER TEMPLATE.

Berisi 24 halaman terdiri dari task list, to do list, time tracker, goals, blog post ideas, daily planner, weekly planner dan masih banyak lagi.

Lihat langsung penampakannya di bawah ini ya. Ada diskon 50% untuk waktu terbatas, jadi…yuk mulai bikin planning untuk tahun depan.

Default image
ProdigitalMom
Outreach & Link Building Specialist | Virtual Assistant
Articles: 17

67 Comments

  1. Mantul strategi nya kak sangat bermanfaat buat newbie kaya aku

  2. Bagi waktu sama pekerjaan di dunia nyata yang sering buatku mikir ulang untuk uprek blog lagi, Mbak. Padahal nguprek blog itu menyenangkan, ya. Sekali belajar tentang hal baru, pengen lagi, lanjut dan keterusan. Apalagi sekarang lagi jadi bumil. Bisa ikutan arisan link dan blogwalking yang nggak molor waktu saja sudah bejooooo banget.

    • Wah kalau ada kerja offline memang harus bisa bagi waktu banget mbak. Karena ngeblog printilannya ternyata banyak banget hehe. Semoga bumil dan dedeknya sehat selalu ya..

Leave a Reply